![]() |
SDN 5 Rabangodu Utara masuk dalam program GSMB Nasional sejak Tahun 2020 dan Tahun 2022 merupakan tahun ke-3. |
![]() |
SDN 5 Rabangodu Utara berhasil menghasilkan 50 buku antologi puisi anak Setipa tahunnya, sejak Tahun 2020 lalu. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Tahun 2022 ini merupakan Tahun Ke-3 bagi SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima masuk dalam program "Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional". Sekolah berani berkarya di Kota Bima, selain SDN 5 Rabangodu Utara, juga ada beberapa sekolah lain yang masuk dalam program tersebut yakni, MIN Tolobali dan SMPN 5 Kota Bima (Angkatan 2020), sedangkan Tahun 2022 ini ada penambahan sekolah, yaitu SDN 49 Rabangodu Selatan Kota Bima.
Demikian disampaikan Kepala SDN 5 Rabangodu Utara Suhardin, S.Pd., M. Si melalui Erdin, S. Pd selaku pendamping menulis puisi anak. Lanjut Pak Ardin ini tahun ke tiga bagi sekolah kami dan seleksinya untuk masuk program GSMB Nasional ini yakni, siswa SD yang menulis puisi harus masih duduk di Kelas III - Kelas V. "Jadi mereka harus menulis puisi hasil karangan murni dari siswa itu sendiri, dan murni dari pikiran anak-anak ini," ujar Guru Penggerak ini pada Tupa News Jum'at (01/07/2022) pagi.
Kata Ardin, pada program GSMB Nasional ini untuk SDN 5 Rabangodu Utara ini hanya berlaku untuk siswanya saja, sedangkan bagi guru belum ada, karena penulisan puisinya harus dalam bentuk bentuk esay untuk tingkat gurunya dan itupun syaratnya minimal harus memiliki 2 orang guru disetiap sekolah untuk menulis puisi di maksud.
Untuk penulisan puisi oleh siswa ini, setiap tahunnya sekolah ini harus menghasilkan 50 buku antologi puisi anak, yang dicetak oleh pusat (Kemendikbudristek RI, red) melalui organisasi yang bergerak dibidang literasi dan tentunya organisasi ini mendapatkan rekomendasi dari Kemendikbudristek. Sehingga nantinya akan diambil 50 penulisan terbaik dari 3 kelas tersebut oleh sekolah dan dijadikan dalam satu buku. "Sudah dua tahun berturut-turut sekolah ini mendapatkan piagam Literasi Nasional, dengan proses menulis puisi anak. Sekolah ini juga pada Tahun 2021 mendapatkan piagam dari Rekor Muri, sebagai sekolah terbanyak menulis (usia anak-anak) terbanyak di Tahun 2021, sebagai bentuk pengembangan literasi," bebernya.
![]() |
Piagam penghargaan dari Rekor Muri Tahun 2021 SDN 5 Rabangodu Utara sebagai sekolah terbanyak menulis (usia anak-anak). |
Sementara terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran (Tapel) 2022/2023 ini, pihak SDN 5 Rabangodu Utara hanya mengambil 3 kelas, dengan isi 32 siswa per kelas, sedangkan dalam aturan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) minimal 28 siswa per kelas. "Jadi tahun ini banyak yang kita tolak siswa, dibandingkan di Tapel sebelumnya ( 2021/2022, red) pihaknya menerima 4 kelas atau 100 lebih siswa. "Ini demi kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan siswa yang berkualitas. Selain itu juga untuk menghindari desakan dan duduknya berkerumunan. Pasalnya, sebelumya ada sampai 3 orang per meja belajarnya dan kini satu orang siswa per kursi atau 2 orang per mejanya," tutupnya. (TN - 01/Adv.)